"IT'S ALL ABOUT THE TIME, LET YOURSELF HEAL YOUR HEART"
"Aku bohong, demi jaga perasaan kamu. Aku gak mau nyakitin kamu. Gak mau buat kamu sedih."
Dulu, setiap kebohongan akan memiliki maksud yang baik maupun yang jahat. Tapi sekarang, rasanya semua kebohongan yang dibilang demi kebaikan pun ujungnya akan terdengar sangat menyakitkan saat kita mendengar kebenerannya pada akhirnya.
Saat itu, masih sore hari. Waktu dimana aku mendengar saru kebohongan lagi yang kamu lakukan. Aku tahu sekarang kenapa kamu selalu sendiri, tahu kenapa kamu cuek sama setiap cewek, tahu kenapa kamu begini. Aku tahu sekarang.
Seandainya aku mengetahuinya dari dulu, mungkin rasanya tidak akan sesakit ini. Tapi caramu selalu mengelaknya membuatku selalu percaya bahwa kamu memang normal. Tidak ada yang aneh denganmu, tidak ada.
Saat aku mengetahui semuanya. Rasanya seperti aku hidup dalam kebohongan lain yang akan terus menerus menghantui aku. Aku bingung harus bersikap seperti apa. Apakah marah, apa harus menangis atau justru harus tertawa terbahak-bahak hanya untuk kebodohan ku sendiri yang mempercayai kamu begitu saja.
Aku ingin mengungkapnya semuanya. Aku ingin mempertanyakan semuanya kepadamu. Namun, sulit rasanya.
Ini semua rasanya bagai mimpi untukku. Serius, aku merasa tidak dapat menerima semuanya dengan logika ku. Aku terlalu takut untuk bersikap biasa-biasa saja kepadamu. Namun aku juga terlalu takut untuk menerima kenyataannya ketika nanti aku berusaha mencari tahu darimu.
Aku gak ngerti, kamu bukan siapa-siapa untukku. Tapi kamu melakukan semua kebohongan ini kepadaku.
Aku marah, aku membencimu. Namun, semakin aku mrmbencimu atau bahkan saat aku mencoba mengiklaskan semuanya berlalu. Ini semua terasa semakin menyakitkan.
Aku mau berhenti dari semuanya. Berhenti bocara denganmu. Itu yang terbaik untuk kita. Setidaknya, untuk aku.
-Ketika kamu berbohong untuk pertama kalinya, percayalah bahwa kamu akan selalu berbohong kembali untuk selanjutnya-
17.52
No comments
Mereka berdua itu dua orang yang berbeda, sangat berbeda. Yang satu terlalu jujur dan satu terlalu gak enakan. Aku? Aku ditengah-tengah mereka.
Sejak kapan aku kenal mereka?
Sejak mereka berdua masuk ke ruangan kecil itu, sejak mereka mengajak bicara dan memandang ku dengan tatapan yang berbeda.
Sejak kapan aku dekat dengan mereka?
Sejak aku tahu, mereka menerimaku dengan apa adanya.
Sejak kapan aku menganggap mereka sahabatku?
Sejak saat pertama aku tahu, bahwa aku bisa percaya kepada mereka berdua seperti mereka yang mempercayakan ceritanya padaku.
Sekarang, semuanya beda. Beda banget, udah gak pernah tawa lepas kaya dulu. Gak pernah ngomongin orang kaya dulu. Semuanya hambar, mereka berdua kaya punya masalah dibalik aku.
Aku kangen mereka, demi deh. Setidaknya jangan jadikan aku yang merasa bersalah.
I do in love with both of them.
Lest begin again, like the first time we laugh, we cry and we talk about our secret.
P.s : please S and R lets be friends.
21.13
No comments
Aku hidup di satu masa, dimana banyak orang yang mengalami masalah. Masalah dimana setiap orang tidak dapat menahannya sendiri dan akhirnya mereka berbagi cerita ke orang lain. Setiap orang yang bercerita, selalu membutuhkan orang lain untuk mendengarkan seluruh keluhannya. Dan aku, aku adalah orang yang berperan sebagai pendengar.
Tidak banyak orang yang tahu cerita hidupku. Tidak banyak juga yang mau benar-benar perduli padaku. Aku lebih suka memendam masalahku sendiri. Menyembunyikannya dibalik senyuman. Tangis yang sesungguhnya gak pernah dipedulikan oleh orang lain.
Aku hanya pendengar, pendengar kisah orang lain. Pemberi saran bagi mereka.
Lama-lama aku meras hidup ditengah ke egoisan orang-orang.
Tuhan, aku lelah.
Jangan biarkan aku jatih cinta lagi. Tolong.
08.56
No comments
Akan selalu ada waktu dimana kita kehilangan semua orang yang kita sayang. Keluarga, sahabat, pasangan hidup atau pun teman.
Pada waktunya nanti kita kehilangan, semua orang akan memiliki perasaan yang berbeda-beda. Akan ada yang rasanya tidak mampu lagi bertahan, ada yang merasa bahwa ya sudah tidak apa-apa meski kehilangan, ada juga yang merasa bahwa ini hidup dan kehilangan adalah hukum alam.
Semua hal dapat terjadi saat itu, tergantung bagaimana kamu menanggapinya. Berapa banyak yang meninggalkanku dan berapa banyak yang kembali datang kepadaku. Berapa kali aku meninggalkan dan berapa kali aku melupakan. Tidak, aku paling sulit untuk melupakan. Itu tidak mudah.
Semua hal di dunia ini akan berubah sesuai waktunya. Perasaan atau apapun itu.
Hari ini hari penentuan untuk dia, untuk ku. Pilihan apakah aku akan menjauhinya? Jawabannya tentu tidak. Apapun pilihannya, apapun yang terjadi aku akan selalu bersamanya, disisinya.
Baik buruknya dia, aku telah memilih untuk menemaninya, sebagai sahabat. Itu kata yang paling tepat.
Belum tepat 3 bulan aku mengenalnya, namun aku merasa bahwa aku sudah dapat merasakan semua penderitaannya.
Terima kasih Tuhan atas semua karunia yang telah engkau berikan kepadaku, sehingga masih banyak yang dapat mempercayaiku untuk berbagi cerita denganku.
And yes,
You are the storengest boy in my life, J.
P.s : me love you in every situation!
07.57
No comments
Awalnya, semua berjalan seperti biasa. Hingga akhirnya kita makin deket dan gak tau caranya menolak. Semakin banyak yang dibicarakan, semakin banyak yang disamakan dan semakin sulit untuk dilupakan. Sampe saat itu, dia, dia mengakui satu hal terbesar yang pernah aku tau. Aku diam. Tercengang, namun akhirnya aku menangis. Air mata itu pecah mengalir dengan derasnya. Tidak hanya sekali, namun berkali-kali. Kamu ngasih kabar yang paling nyakitin buat aku. Aku sayang kamu, sejak waktu itu. Tapi sampai sekarang aku belum memberitahukan kamu.
Hari itu, kita bercerita banyak hal. Semua hal yang mungkin kamu cuman percaya menceritakannya kepadaku. Aku mengiyakan semua ceritamu. Percaya apapun yang kamu bilang, tidak menggubris hanya menambahkan. Kamu cerita tentang mantanmu, sekolahmu, rasa ngantukmu bahkan tentang masalah keluargamu. Aku bingung kenapa kamu percaya padaku.
Sampai ternyata siang itu aku ikut bersama kamu kerumahmu, menemui keluargamu. Dan ternyata satu fakta besar tentangmu langsung terbuka.
Aku terdiam ketika kamu bilang hal itu, kamu merangkulku. Itu kali pertama aku yakin bahwa kamu sudah tidak mampu menahannya sendiri. Kamu terlalu lelah untuk berpikir dan menahannya.
Akhirnya kita harus pergi mengantarmu dengan sejuta pertanyaan di dalam benakku.
Kamu kenapa? Aku gak mau kamu kenapa-kenapa. Aku sayang kamu, aku belum bilang aku sayang sama kamu. Tapi aku mau kamu tau itu, meski aku gak bilang.
Saat perjalanan pulang akhirnya kamu bilang suatu hal yang bikin aku sakit sekali. Kamu menangis tersengguk-sengguk dalam ceritamu.
Aku bingung, aku sedih. Aku merasa tidak mampu menahannya. Aku ingin memelukmu disetiap kesakitanmu. Mempertahankanmu saat kamu ingin menyerah.
Satu hal, aku tidak akan membiarkan kamu sendiri.
I love you jelek.
19.33
No comments
I dont have a lot of word to write in this blog. I just wanna tell you people that i am still in love with the same man who really make me feel like the happiest girl when i am with him, being like princess and how patiently him when he is try to handle my bad habit. Stupid, hate my self. But, you can lie to your heart.
xx❤
00.45
No comments
