twitter instagram
  • Home
  • Love Story
    • Patah hati
  • About
  • Contact

Adhitya Lestary

“Good friends, good books, and a sleepy conscience: this is the ideal life.” ― Mark Twain

Pada dasarnya pelaksanaan tambang di Indonesia memang sudah cukup lama merajalela di Indonesia. Khususnya didaerah diluar pulau jawa, seperti kalimantan, sumatera bahkan papua. Tambang-tambang tersebut tidak hanya dimiliki oleh perusahaan besar, tetapi juga banyak dari tambang-tambang tersebut yang dikelola oleh masyarakat sekitar tempat tersebut. Masyarakat yang mengetahui adanya pundi-pundi kekayaan alam seperti tambang emas, gas, minyak, batubara, dll. Biasanya akan langsung bergotong royong untuk membuat galian yang besar maupun kecil.

Sayangnya, penggalian suatu tambang biasanya dilakukan tanpa sepengetahuan pihak pemerintah daerah ataupun kota. Seperti hal yang terjadi di 10 kecamatan di kutai kartanegara, kalimantan timur. Seperti yang terjadi baru-baru ini, telah terjadi longsor yang memutuskan jalan sepanjang 200 meter di Kecamatan Sanga-sanga, Kukar,pada tanggal 4/11/2013. Longsor itu menyebabkan jalur utama di dua kelurahan itu putus total. Warga menuding, longsor terjadi akibat aktivitas tambang batubara. Tidak hanya warga Sanga-sanga yang merasakan imbasnya, Pertamina Sanga-sanga pun rugi besar karena aktivitas sumur penghasil 100 barrel minyak per hari terpaksa dihentikan. Dampak lain yang terasa saat ini adalah menurunnya kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi. Pasalnya, ada beberapa kebutuhan yang hilang akibat aktivitas tambang seperti air bersih. Warga harus mengeluarkan biaya lagi untuk membeli kebutuhan itu yang dulunya tersedia gratis di daerah tersebut.

Menurut saya, bila hal ini terus dilakukan maka bukan hanya Kecamatan Sanga-sanga saja yang menanggung akibatnya, melainkan masih terdapat 9 Kecamatan lagi yang kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama. Tidak dapat dipungkiri bahwa bencana yang terjadi disebabkan oleh banyaknya penggalian tambang yang terjadi disekitar wilayah Kutai Kartanegara (KuKar). Seharusnya pemerintah lebih berpikir panjang dalam meberikan izin tambang kepada pihak perusahaan maupun perseorangan. Karna pada kenyataanya pemerintah sangat mudah memberikan izin kepada para penambang. 

Hal ini membuat banyaknya penambang yang sesuka hati dalam menggali tanah disuatu wilayah tanpa memikirkan kerugian ekologis yang ditimbulkan. Pemerintah juga harus lebih responsif kepada masyarakat desa yang telah memberikan laporan tentang penambangan tersebut dan mampu memberikan sanksi tegas kepada penambang yang melanggar aturan yang telah disepakati. Hal ini dilakukan sebagai suatu cara untuk menjaga lingkungan, maupun kesejahteraan rakyat. Dan untuk kondisi alam yang sudah rusak, seharusnya juga pemerintah memberikan peringatan pada perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengembalikan atau memperbaiki kondisi alam seperti semula. Karna apabila hal ini terus dibiarkan kehancuran ekosistem akan terus terjadi. Bukan hanya di satu wilayah, melainkan diseluruh wilayah di Indonesia.






referensi: http://regional.kompas.com/read/2013/11/07/1917124/Tambang.Merajalela.10.Kecamatan.di.Kukar.Terancam.Bencana
Tugas Jurnalistik: OPINI
Andhika Adhitya Lestary
3sa04/10611712
23.53 No comments
Adhitya : Excuse me, Sir. Can I take a photo of you?
Tourist : Huh? Oh, of course.
Adhitya: [after taking the photo] Thank you, Sir.
Tourist : It’s nothing.
Adhitya: Um… by the way, are you here alone, Sir?
Tourist : No, actually I came here with my wife.
Adhitya: Where is she, Sir?
Tourist : I think she is taking some photos around this Borobudur temple.
Adhitya: Where do you come from, Sir?
Tourist : I come from America, it’s California, USA.
Adhitya: Wow. What brings you here, Sir?
Tourist : Um… well, I heard from my friends that Indonesia has great and amazing temple relics. I am an anthropology teacher and I really like ancient things. Actually I have seen many ancient relics from around the world, and now it’s my turn to visit Indonesia.
Adhitya: Do you like Borobudur temple, Sir?
Tourist : This temple is awesome! Every relief and sculpture I see on every part of the temple is remarkable. This is one of the greatest cultural and historical inheritances that Indonesian people have to maintain.
Adhitya: Yes, Sir. I feel proud you’re saying so. Do you know about other Indonesian cultures, Sir?
Tourist : Of course, I know many cultures from every place in the world. Actually, I have been studying about Indonesian cultures lately.
Adhitya: Really, Sir? What do you think about my people’s cultures?
Tourist : Indonesian cultures are completely unique and interesting. According to my knowledge, Indonesian tribes and ethnics consist of over than one thousand tribes and every tribe has its own cultures and customs. Indonesian cultures were formed and influenced by multitude of religions, like Hinduism, Buddhism, Islam, Christianity, even animism, and dynamism. Western cultures also take part in Indonesian cultures, especially in science, technology, and modern entertainments. I also read that Indonesia has a few of indigenous tribes such as Dayak, Asmat, Mentawai, Toraja, ect. Indigenous tribes generally isolate themselves from outside world since they want to keep maintaining their pure cultures and customs.
Adhitya: Wow, you know much about Indonesian cultures, Sir.
Tourist : Yes, but not really much, I’m still studying them.
Adhitya: Have you visited every region in Indonesia, Sir?
Tourist : Yes, I have visited several cities in West Sumatera, Medan, Jakarta, Yogyakarta, and NTT. I studied about the cultures from each of those places, like the foods, arts, and customs.
Adhitya: What kind of food that you ever try, sir? Especially Indonesian food?
Tourist : I ever try Gudeg when i am in Yogyakarta. And also i ever try Bika Ambon, that is like cake  but the texture its so different than cake. Bika Ambon is from Medan, right?
Adhitya: Yes, sir. Bika Ambon is from Medan. Have you tried food from Magelang?
Tourist : I haven’t been arround to buy special food from Magelang. Can you tell me what is a special food from Magelang?
Adhitya: Yes, of course. Magelang have Kupat Tahu for main course and have Getuk Lindri for appetizer. You should try both of them.
Tourist : Oh, thank you so much fenita for your advice.
Adhitya: Your welcome, sir. I hope you are happy visiting Indonesia.
Tourist : Of course, I’m really happy visiting Indonesia. I think I will stay a little longer to know more about this remarkable country.
Adhitya: That would be great, Sir.



Andhika Adhitya Lestary
3sa04/10611712

Softskill
00.50 No comments
Sabtu, 02/11/2013.
Bengkulu : Persediaan buku nikah di Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu menipis, hanya terdapat 350 pasang buku. Jumlah itu disebutkan hanya cukup untuk persediaan selama 2 bulan.
"Persediaan buku nikah yang ada sebanyak 350 pasang buku, kami perkirakan cukup untuk 2 bulan," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Mukhlissuddin, di Bengkulu, Sabtu (2/11/2013), menanggapi kelangkaan buku nikah di beberapa daerah di Indonesia,
Ia mengatakan, setiap bulan Kemenag Kota Bengkulu mengeluarkan sekitar 160 pasang buku nikah. Sehingga, persediaan buku nikah yang ada saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Bengkulu yang akan melangsungkan pernikahan.

"Angka pernikahan di Bengkulu sebenarnya tidak begitu tinggi," tambahnya.
Ia menambahkan, jika kehabisan persediaan buku nikah, Kemenag akan mengeluarkan swurat keterangan sementara sebagai pengganti buku nikah. Surat keterangan sementara itu berlaku hingga Kemenag menerbitkan buku nikah bagi pasangan yang menikah.
Saat ini kata dia, sebanyak 50 pasang buku nikah juga tersedia di Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di Kota Bengkulu. Jika KUA mengalami kehabisan persediaan buku nikah, masih dapat mengambil di Kantor Kemenag Kota Bengkulu.
Ia menambahkan, sebanyak 350 pasang buku nikah itu akan disalurkan ke 7 KUA yang ada di Kota Bengkulu. Tentang kelangkaan buku nikah, Mukhlisuddin mengatakan buku nikah yang disalurkan selama ini bukan dari pengadaan tender atau lelang di Kementerian Agama.
Saat ini, kata dia, tengah berlangsung lelang pengadaan buku nikah di Kementerian Agama setelah di beberapa kota terjadi kelangkaan buku nikah, termasuk di Jakarta.
Sebelumnya dikabarkan, meski telah melangsungkan pernikahan, sejumlah pengantin tak bisa mengantongi buku nikah. Mereka hanya mendapatkan surat pengganti buku nikah. Fenomena ini terjadi sejak awal Oktober di beberapa daerah di Tanah Air. Persediaan buku nikah yang menipislah yang menjadi penyebabnya.
Kelangkaan dipicu adanya lonjakan jumlah pernikahan pada beberapa daerah, terutama di 6 provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Banten, dan NTB. 







Tugas; jurnalistik (berita)
Andhika Adhitya Lestary (10611712/3sa04)
04.02 1 comments
jam di telepon genggamku menunjukan pukul 02.54 jam dimana pasti hampir seluruh orang di indonesia udah tidur. entah apa yang mengganggu pikiranku sampai jam segini belum tidur. tapi pikiranku memang sedang kacau. kacau akan pikiran tentang masa depan, pilihan hati dan terutama masalalu. dikamar, terdiam sambil mendengarkan lagu di radio. iya saya tau ini tahun 2013 dan jarang sekali orang yang mau mendengarkan radio di radio sesungguhnya. bukan di telepon genggam atau dimobil mendengarkannya, tapi benar-benar diradio. lagu yang baru saja diputar adalah lagunya afgansyah reza, judulnya jodoh pasti bertemu. saya gak tau artinya jodoh. kata orang jodoh itu artinya orang yang memang dipilih Tuhan untuk kita, untuk umatnya. lalu bagaimana dengan manusia yang menjalani hubungan beda agama? apakah memang ditakdirkan berjodoh? atau hanya berstatus selingan? atau bagaimana dengan yang hubungannya sudah berakhir tetapi masih ingin bersama? mungkin jawaban dari pertanyaan yang terakhir tergantung pada orangnya, masih ingin kembali atau tidak. saya merasa buta terkadang, melihat banyak orang bertanya kenapa gak mau pacaran sm si ini dit? si itu dit? kan dia baik. entah saya yang pemilih atau memang males sama yang terlalu 'mainstream', tapi saya memang sedang tidak ingin pacaran. mungkin saya hanya sudah terlalu lelah untuk memulai, terlalu takut untuk menghadapi jalan di depan dengan orang lain. bukan berarti saya menjadi seorang introvert tentang masalah pacaran ini, saya hanya terlalu nyaman dengan hidup saya sendiri. saya terlalu suka menjadi aneh, nyebelin dan sok tau. semua orang hanya ingin menjadi gaul, sedangkan saya hanya ingin serius menjalani hidup saya. karna itu saya memilih sendiri, menyusun rencana masa depan. menikah juga menjadi salah satu agenda masa depan saya, tapi tidak sekarang. nanti, setelah saya sukses. sekarang saya hanya ingin menikmati hidup saya yang bebas, tanpa beban. iya beban sih ada, contohnya beban menurunkan berat badan, beban lulus kuliah tepat waktu, dan beban membelikan ibu saya mobil baru. mimpi saya terlalu banyak untuk diungkapkan disini. tapi saya mencoba meraih mimpi saya satu-satu. semoga semua mengerti kenapa saya masih sendiri. untuk apa berdua jika hanya untuk sakit menyakiti? pikirkanlah baik-baik.
03.10 No comments

Tiga Tempat Wisata di Kabupaten Seruyan - Kalimantan Tengah: 

1. Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah.
Tanjung Puting pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa dengan luas total 305.000 ha yang ditetapkan oleh pemerintahHindia Belanda pada tanggal 13 Juni 1936. Selanjutnya pada tanggal 12 Mei 1984 oleh Menteri Kehutanan, Tanjung Puting ditetapkan sebagai Taman Nasional luasnya menjadi 415.040 ha.
Secara geografis terletak antara 2°35'-3°20' LS dan 111°50'-112°15' BT meliputi wilayah kecamatan Kumai di Kotawaringin Barat dan di kecamatan Hanau serta Seruyan Hilir di Kabupaten Seruyan.
Taman Nasional Tanjung Puting di kelola oleh Balai Taman Nasional Tanjung Puting, sebuah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan (Info Lebih Lanjut klik Situs Resmi Balai Taman Nasional Tanjung Puting.

Obyek wisata

Beberapa obyek wisata di Tanjung Puting:

  • Tanjung Harapan
  • Pondok Tanggui
  • Camp Pondok Ambung
  • Camp Leakey

Ekosistem

Taman Nasional ini memiliki beberapa tipe ekosistem, yaitu hutan tropika dataran rendah, hutan tanah kering (hutan kerangas), hutan rawa air tawar, hutan rawa gambut, hutan bakau atau mangrove, hutan pantai, dan hutan sekunder.

Flora

Jenis-jenis flora utama di daerah utara kawasan adalah hutan kerangas dan tumbuhan pemakan serangga seperti kantung semar (Nephentes sp). Hutan rawa gambut sejati ditemukan di bagian tengah kawasan dan di tepi beberapa sungai, dan terdapat tumbuhan yang memiliki akar lutut, dan  akar udara. Di sepanjang tepi semua sungai di kawasan ini terdapat hutan rawa air tawar (aluvial) sejati, memiliki jenis tumbuhan yang kompleks dan jenis tumbuhan merambat berkayu yang besar dan kecil, epifit dan paku-pakuan menjalar dalam jumlah besar. Di daerah utara menuju selatan kawasan terdapat padang dengan jenis tumbuhan belukar yang luas, hasil dari kerusakan hutan kerangas akibat penebangan dan pembakaran. Umumnya terdapat dalam kantung-kantung di sepanjang sungai sekonyer dan anak-anak sungainya. Tumbuhan di daerah hulu sungai utama terdiri atas rawa rumput yang didominasi oleh Pandanus sp dan bentangan makrofita (bakung) yang mengapung, seperti Crinum sp di daerah pantai meliputi hutan bakau (mangrove) dan lebih jauh ke daratan yaitu di kawasan payau pada muara-muara sepanjang sungai utama, terdapat tumbuhan asli nipah. Tumbuhan meluas ke pedalaman sejauh sungai, dan menandai kadar intrusi air payau ke darat. Untuk daerah pesisir pada pantai-pantai berpasir banyak ditumbuhi tumbuhan marga Casuarina, Pandanus, Podocarpus, Scaevola, dan Barringtonia.

Jenis-jenis tumbuhan lain yang dapat ditemui di TNTP adalah meranti (Shorea sp.), ramin(Gonystylus bancanus), elutung (Dyera costulata), gaharu, [[kayu lanan, keruing (Dipterocarpus sp), ulin(Eusideroxylon zwageri), tengkawang (Dracomentelas sp.), Dacrydium, Lithocarpus, Castonopsis, Schiima, Hopea, Melaleuca, Dyospyros, Beckia, Jackia, Licuala, Vatica, Tetramerista,Palaquium, Campnosperma, Casuarina, Ganoa, Mesua, Dactylocladus, Astonia, Durio, Eugenia, Calophyllum, Pandanus, Imperata cylindrica, Crinum sp., Sonneratia, Rhizophora, Barringtonia,Nipah (Nypa fruticans), Podocarpus, dan Scaevola. Sementara untuk tumbuhan lapisan bawah hutan terdiri dari jenis-jenis rotan dan permudaan/anakan pohon.

Fauna

  • MAMALIA: Kawasan TNTP dihuni oleh sekitar 38 jenis mamalia. Tujuh di antaranya adalah primata yang cukup dikenal dan dilindungi seperti orangutan (Pongo pygmaeus), bekantan (Nasalis larvatus), owa-owa (Hylobates agilis), dan beruang madu (Helarctos malayanus). Jenis-jenis mamalia besar seperti rusa sambar, kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), dan [[babi hutan (Sus barbatus) dapat dijumpai di kawasan ini. Bahkan, beberapa jenis mamalia air seperti duyung (Dugong dugong) dan lumba-lumba dilaporkan pernah terlihat di perairan sekitar kawasan TNTP.
  • REPTIL: Beberapa jenis reptil dapat ditemukan di kawasan TNTP, termasuk di antaranya buaya sinyong supit (Tomistoma schlegel), buaya muara (Crocodilus porosus), dan Labi-labi (Trionyx cartilagenous)
  • BURUNG: Tercatat lebih dari 200 jenis burung yang hidup di kawasan TNTP. Salah satu jenis burung yang ada di kawasan ini, yaitu sindang lawe (Ciconia stormii) termasuk 20 jenis burung terlangka di dunia. Tanjung Puting juga merupakan salah satu tempat untuk semua jenis koloni jenis burung “great alba” seperti Egreta alba, Arhinga melanogaster, dan Ardea purpurea.

2.PANTAI SUNGAI BAKAU
Sungai Bakau2_thumb
Pantai Sungai Bakau…………
Pantai Seribu Cemara yang terkenal pula dengan sebutan Pantai Sungai Bakau terletak di desa Sungai Bakau Kecamatan Seruyan Hilir sekitar ± 1 km arah timur ibukota Kabupaten Seruyan merupakan pantai pertama yang dirangkaikan menjadi pusat pengembangan pariwisata yang potensial dengan hamparan pasir putih, panorama alam dan gemburan ombak pantai Laut Jawa yang menarik bagi wisatawan.
Sungai Bakau1_thumb
Untuk mencapai objek wisata ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat ± 15 menit dari Kota Kuala Pembuang, ibukota Kabupaten Seruyan.
Sungai Bakau3_thumb
Obyek ini sering dikunjungi oleh masyarakat Kota Kuala Pembuang dan sekitarnya rata-rata 1.000-6000 orang setiap hari libur dan khusus pada setiap Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha maupun Tahun Baru, jumlah pengunjung mencapai 10.000 orang. Sarana yang tersedia di pantai ini adalah jalan paving stone dan gazebo, panggung hiburan, jembatan gantung yang menghubungkan pulau seribu cemara, warung makanan dan minuman, ikan hasil tangkapan para nelayan, kepiting rajungan dan hasil laut lain seperti ebi, terasi, ikan kering dan lainnya.

3. DANAU SEMBULUH

Danau Sembuluh merupakan sebuah danau di Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Kalimantan Tengah dengan luas 7.832,5 ha dan memiliki panjang sejauh 35,68 km. Danau ini merupakan tempat bermuaranya sungai-sungai besar dan kecil seperti Kupang, Rungau, dan Ramania. Di sekitar danau yang luasnya mencapai 2.424 km2 ini terdapat beberapa desa, yaitu Sembuluh I, Sembuluh II, Bangkal dan Terawan. Untuk mencapai danau tersebut dari Palangkaraya, ibukota Kalimantan Tengah, dapat dicapai menggunakan kendaraan darat sejauh 240 km menuju Sampit, dan dari Sampit menuju Desa Bangkal sejauh 80 km. Dari Desa Bangkal, Danau Sembuluh bisa dicapai dengan kapal motor sekitar 20 menit. Potensi yang dimiliki danau ini adalah memiliki pinggiran danau yang berpasir sehingga dapat dijadikan tempat berlabuh dan wisata, potensi perikanan yang tinggi, dan terdapat beberapa desa yang berada di pinggiran danau. Danau sembuluh yang luas ini juga meliputi beberapa danau kecil yang berupa perairan anak sungai yang berbentuk danau yang lebih kecil dengan aliran sungai yang kembali ke aliran utama dan atau aliran sungai mati. Jenis ikan yang terdapat di danau ini adalah ikan betutu, gabus-gabusan, jelawat, seluang, sepat, lais, baung, botia, toman, tabakang, dan tapah. Beberapa kegiatan yang dilakukan disekitar danau meliputi industri galangan kapal, perkebunan kopi dan karet, peternakan, serta perikanan tangkap dan budidaya keramba.

22.18 No comments
Kesadaran untuk menggunakan transportasi umum, sepertinya belum dapat dipahami dengan betul oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta. Hal ini dapat dilihat dari persetujuan bapak Presiden Republik Indonesia yang menyetujui adanya gagasan mobil murah di Indonesia, yang sering disebut dengan LCGC (low cost green car). Bila dilihat secara seksama efek dari persetujuan gagasan ini membawa dampak yang cukup buruk bagi lingkungan dan kondisi jalanan dijakarta itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, jalanan dijakarta sejak beberapa tahun terakhir ini sudah tidak mampu menampung banyaknya kendaraan yang setiap tahun semakin meningkat.
Kebijakan LCGC yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian memiliki berbagai macam tujuan, salah satunya adalah pengembangan industri komponen lokal dalam negeri. Diharapkan dalam 5 tahun kedepan, 80% komponen LCGC sudah tidak perlu impor. Menurut survey yang ada, hanya 49% responden yang tahu mengenai penggunaan komponen lokal dalam LCGC, sisanya tidak tahu tentang kebijakan ini. Dalam membeli mobil, 41% responden memilih berdasarkan harga, 36% karena spesifikasi dan sisanya karena hal lainnya. Bila responden memiliki uang terbatas namun memiliki keingin untuk membeli mobil, 23% reponden akan membeli mobil bekas, 37% akan membeli LCGC dan sisanya menahan keinginan untuk membeli kendaraan.
Saat ditanya mengenai setuju atau tidak setuju dengan kebijakan LCGC ini, 49% responden yang mengisi survey ini mengatakan tidak setuju dengan LCGC, 31% setuju dan sisanya tidak memilih. Rata-rata yang tidak setuju berasalan karena dengan LCGC ini akan meningkatkan kemacetan, ada juga yang berpendapat bahwa kebijakan ini tidak pro terhadap MOBNAS, dan juga dapat meningkatkan subsidi BBM. Sedangkan yang setuju dengan LCGC ini berharap agar program ini disinergikan dengan MOBNAS, dan persebarannya diluar pulau Jabodetabek. Selain itu, bila semua mobil adalah LCGC, maka akan dapat mengurangi konsumsi BBM.
Yang menarik dari survey yang saya temui ini adalah, hampir 62% responden lebih memilih menggunakan transportasi publik bila transportasi publik ada dalam kondisi baik, hemat, murah dan nyaman, hampir 26% akan mengkombinasikan antara kendaraan pribadi dan tranportasi publik, sisanya tetap akan menggunakan kendaraan pribadi. Besar sekali harapan masyarakat akan terciptanya tranportasi publik yang aman, murah dan nyaman. Beberapa tahun kedepan mungkin harapan ini akan segera tercapai dengan program MRT dan monorail di jakarta, monorail di bandung dan Surabaya. Kerjasama antara pemerintah pusat dan derah perlu terus disinergikan, satu sisi industri harus tetap bergulir agar pertumbuhan ekonomi selalu positif yang akan berimbas pada penyerapan tenaga kerja, disatu sisi layanan tranportasi bagi masyarakat harus terus ditingkatkan agar tercipta keamanan dan kenyamanan.
 Namun, jika disesuaikan dengan prediksi awal,  lima tahun terakhir penambahan jumlah kendaraan di DKI Jakarta, dimana rata-rata pertumbuhan kendaraan bermotor tetap 11 % per tahun dan pertumbuhan rata-rata luas jalan tetap 0,01 % per tahun. Maka prediksi perbandingan antara luas jalan kendaraan di DKI Jakarta, pada tahun 2011 jumlah kendaraan berdasarkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) terdaftar sebanyak 8.506.782 unit. Dari jumlah itu diasumsikan sebanyak 5.954.474 unit berada di jalan, maka luas kendaraan di jalan mencapai 40.105.222 m2. Padahal luas jalan pada tahun 2011 itu hanya 40.093.774 m2. Apa yang akan terjadi di jalan, kemacetan total tak terhindarkan akan terjadi tentunya.
Berdasarkan data Yayasan Pelangi, kemacetan lalu lintas berkepanjangan di Jakarta menyebabkan pemborosan senilai Rp 8,3 triliun per tahun. Data yang sama diungkapkan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Susantono, mengacu pada kajian Study on Integrated Transportation Master Plan for Jabodetabek (SITRAMP 2004). Perhitungan itu mencakup tiga aspek sebagai konsekuensi kemacetan, yakni pemborosan BBM akibat biaya operasional kendaraan senilai Rp 3 triliun, kerugian akibat waktu yang terbuang Rp 2,5 tri- liun, dan dampak kesehatan akibat polusi udara sebesar Rp 2,8 triliun.
Angka kerugian akan terus meningkat secara gradual seiring kemacetan lalu-lintas yang semakin parah di Jakarta. Tingginya penggunaan kendaraan bermotor menjadi pemicu utama problem kemacetan di Jakarta. Bahkan, hingga saat ini tercatat jumlah kendaraan bermotor sudah mencapai 6,5 juta unit, di mana 6,4 juta unit atau 98,6 persen merupakan kendaraan pribadi dan 88.477 unit atau sekitar 1,4 persen adalah angkutan umum, dengan pertumbuhan kendaraan mencapai 11 persen setiap tahunnya. Sedangkan panjang jalan yang ada 7.650 Km dengan luas 40,1 Km2 atau 6,2% dari luas wilayah DKI, dengan pertumbuhan jalan hanya sekitar 0.01 % per tahun. Bandingkan dengan pertumbuhan kendaraan jalan, dari angka itu jelas pertumbuhan jalan tidak mampu mengejar pertumbuhan kendaraan, sehingga wajar saja terjadi kemacetan hampir di setiap ruas jalan.
Strategi untuk mengatasi kondisi kemacetan di jalan-jalan Ibukota, harus segera dilakukan, melalui pengembangan system transportasi yang sustainable. Sistem transportasi yang berkelanjutan harus memperhatikan setidaknya tiga komponen penting, yaitu aksesibilitas, kesetaraan dan pelestarian lingkungan.
·         Upaya aksesibilitas yaitu perencanaaan jaringan transportasi dan keragaman alat angkutan dengan tingkat integrasi yang tinggi antara satu sama lain. Perbaikan sistem angkutan umum merupakan solusi utama yang harus segera dilakukan oleh Pemda DKI. Perilaku masyarakat yang lebih memilih kendaraan pribadi harus segera dirubah. Angkutan umum yang aman, nyaman dan tepat waktu serta terintegrasi satu sama lainnya merupakan pilihan lain paling logis yang dapat merubah perilaku tersebut. Angkutan umum yang baik juga memberikan peluang bagi semua lapisan masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan biaya yang terjangkau dan aksesibilitas yang tinggi.

·         Upaya kesetaraan melalui penyelenggaraan transportasi yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, menjunjung tinggi persaingan bisnis yang sehat, dan pembagian penggunaan ruang dan pemanfaatan infrastruktur secara adil serta transparansi dalam setiap pengambilan kebijakan.

·         Upaya pelestarian lingkungan dilakukan dengan memasukan unsur lingkungan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan sistem manajemen transportasi atau juga moda transportasi yang akan digunakan, upaya ini dapat ditempuh melalui pertimbangan carrying capacity suatu lingkungan terhadap kebijakan yang akan diambil, serta penggunaan moda transportasi yang ramah dan aman terhadap lingkungan.
Demikian data-data yang dapat saya berikan. Semoga kita semua mampu menjadi manusia yang lebih baik dalam menjaga lingkungan dan kesejahteraan bersama demi anak cucu kita di masa depan nanti. 


Andhika Adhitya Lestary
3SA04//10611712
jurnalistik: Feature
22.13 No comments
Apakah harapan, pikiran, dan hatimu sama denganku? Aku tersadar dari tidurku. Aku langsung melihat handphone-ku, berharap kamu membalas whatsapp-ku. Tapi nihil. Aku rasa kamu masih marah padaku atas kejadian kemarin dan aku rasa juga kamu akan marah untuk selamanya. Mungkin kamu akan membalas whatsapp-ku 3 tahun kemudian atau bahkan mungkin kamu tidak akan membalasnya lagi. Entah, semua kemungkinan dapat terjadi bahkan kemungkinan terburuk pun dapat terjadi. Sambil berpikir, aku terus memandangi hp ku. Iya, aku masih berharap kamu akan membalas pesanku dengan jawaban yang menyenangkan. Tapi lagi-lagi nihil. Aku menghubungimu lagi, kali ini bukan dengan kata 'hallo' atau dengan menuliskan namamu. Kali ini aku lebih melakukan pemaksaan. Aku mengetik dua kata dan meggunakan tanda seru 'bales kek!' Simpel, tapi cukup ampuh untuk membuatmu membalas pesanku yang telah ku kirim dengan bertubi-tubi seperti bom. Kamu hanya membalas singkat 'apaan?'. Rasanya seluruh tubuhku langsung lemas, rasanya seperti tersambar petir. Aku sudah mengirim pesan yang sangat banyak kepadamu, semua pesan yang berisi kata-kata manis bahkan kata-kata yang tertulis menggunakan air mata. Tapi jawabanmu hanya 'apaan?'. Sepertinya tidak ada gunanya aku menuliskan semuanya. Aku tidak mau bertele-tele. Aku langsung mengetikan tiga kata yang sangat ingin aku ketahui dengan pasti jawabannya 'aku beneran ditolak?'. Setelah menunggu beberapa menit dengan perasaan takut, ragu dan menyedihkan. Akhirnya kamu membalasnya dengan kata-kata yang lenih menyakitkan daripada kata-kata 'apaan?'. Kali ini benar-benar remuk hati dan jantungku. Kamu menjawab 'emang gw bilang gw pengen balikan sama lu? Perasaan enggak deh!'. Rasanya benar-benar menyedihkan. Airmataku mengalir dengan derasnya tanpaku ketahui. Aku diam, berkali-kali aku membaca pesanmu. Tetap tidak berubah. Akhirnya aku mencoba menghubungimu lagi. 'Beneran ditolak?' Dan tanpa menunggu lama kamu membalasnya dengan kata 'iya.'. Aku malas membacanya, aku terdiam kembali. Aku mencoba menguatkan hati dan pikiranku. Entah, entah apa yang kau pikirkan hingga kamu menolakku dan mengkhianati perasaanmu sendiri. Aku yakin perasaan kita sama. Hanya saja kamu tidak ingin membuat semua ini mudah bagiku. Aku juga yakin harapanmu dan harapanku sama, sama-sama ingin kembali meskipun sulit. Tapi memang ini hanya pikiran, pengharapan dan keyakinan hatiku. Tidak ada satupun yang aku rasa itu adalah pikiran, pengharapan dan keyakinan hatimu. Tapi, aku tahu dengan pasti, setelah kamu tahu aku menyesal dan memohon kepadamu kemarin, pasti kamu sangat merasa puas telah melihatku seperti itu. Mungkin kamu juga berpikir untuk melupakanku dan mencari pengganti diriku. Untukku, semua itu adil. Bahkan sangat adil. Tiga tahun kamu menungguku menjelaskan semuanya dan tiga tahun pula kamu hidup dalam kesendirian. Aku rasa mungkin ini saatnya kita saling melupakan dan mencari kekasih baru untuk dirimu sendiri maupun diriku. Bukan, bukan, bukan aku yang pantas denganmu. Tapi orang lain yang mampu menjagamu dan mencintaimu sekuat kamu menjaga dan mencintai orang tersebut. Seseorang yang lebih menghargai perasaanmu daripada aku, serta seseorang yang tahu tentang harapanmu. Tidak ada manusia yang seindah kamu, tidak ada kenangan indah seperti yang kita miliki dulu, dan tidak ada cinta yang mampu bersemi seperti cinta kita dahulu. Yang perlu kamu tahu hanya satu. Aku harap aku tahu isi harapanmu, pikiranmu da hatimu.
13.03 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Women who have high enthusiasm for food, music, love, mountains, cold air, hope and humans (too great if I say humanity, because I have not done anything for other human beings).

Follow Me

Labels

deaf grateful heart indonesia pelajaran teman

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • Try to not cry.
  • ►  2019 (2)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2015 (14)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (17)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

  • Selalu menjadi abu-abu
    Kenapa kamu harus selalu jadi abu-abu dihidup aku? "hallo” sapaku terhadapmu pagi itu. Ini sms pertamaku untukmu dipagi ini. Iya, ti...
  • Belajar Bersyukur dari Teman Tuli
    - Tuli ,  tunarungu , atau  gangguan dengar  dalam  kedokteran  adalah kondisi fisik yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan ...
  • Try to not cry.
    Hello.  I am not try to crying. I cant. I dont speak to anyone. I dont tell anyone about what happen.  I know I am not perfect. Sorry if I j...
  • Bahaya Kerupuk Aci yang Beredar!!
    Kerupuk merupakan makanan yang disukai banyak orang. Rasanya yang gurih dan kriuk saat dimakan. Dari berbagai macam jenis kerupuk, yang pal...
  • Aku mau.
    Rasanya aku mau duduk berdua kamu disini sama kamu, dengerin lagu indie di tengah taman. Dengerin band prancis yang gak terkenal itu, tapi k...

Blogroll

“Don't cry because it's over, smile because it happened.” ― Dr. Seuss

adhityalestarystory
Lihat profil lengkapku
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates